Rupiah Melemah ke Rp 16.531 Per Dolar AS Hari Ini (19/3), Terburuk di Asia

Rupiah Melemah Tajam di Asia, Ditutup Rp 16.531 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan pelemahan signifikan di pasar spot hingga akhir perdagangan hari ini, Rabu (19/3). Rupiah ditutup di level Rp 16.531 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,63% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.428 per dolar AS. Penurunan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan pelemahan paling tajam di kawasan Asia.

Hingga pukul 15.00 WIB, beberapa mata uang di Asia juga mencatatkan pelemahan. Won Korea Selatan menempati posisi kedua setelah rupiah dengan depresiasi sebesar 0,3%. Sementara itu, dolar Taiwan dan dolar Singapura mengalami koreksi masing-masing sebesar 0,21%, diikuti yuan China yang melemah 0,14%.

Pelemahan lainnya terjadi pada baht Thailand (-0,11%), yen Jepang (-0,06%), dan dolar Hongkong yang melemah tipis sebesar 0,02%. Di tengah tren penurunan ini, ringgit Malaysia mencatatkan penguatan terbesar di Asia dengan kenaikan sebesar 0,25%. Selain itu, rupee India naik 0,04%, sementara peso Filipina menguat tipis sebesar 0,02% terhadap dolar AS.

Faktor Global yang Mempengaruhi Pelemahan Rupiah

Menurut pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, pelemahan rupiah tidak terlepas dari sentimen global yang mencerminkan kekhawatiran pasar. Hal ini tercermin dari lonjakan harga emas yang mencapai USD3.031 per troy ons, menunjukkan preferensi investor terhadap aset aman (safe haven).

Baca Juga : Defisit APBN Awal 2025: Pendapatan Negara Turun 20% dan Tantangan Ekonomi Indonesia

“Kekhawatiran pasar terlihat dari lonjakan harga emas yang saat ini berada di kisaran USD3.031 per troy ons. Aset berisiko seperti rupiah terkena dampaknya,” jelas Ariston.

Selain itu, kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang memicu isu perang dagang, pelambatan ekonomi global, serta eskalasi konflik di Gaza akibat serangan Israel turut menambah tekanan di pasar. Pasar kini juga menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), yang dijadwalkan berlangsung dini hari nanti.

Prediksi Pasar dan Respons Bank Indonesia

Ariston memprediksi bahwa hasil rapat FOMC dapat memengaruhi pelaku pasar untuk melakukan konsolidasi posisi, yang pada akhirnya akan memberikan tekanan tambahan pada aset-aset berisiko, termasuk rupiah.

Baca Juga : Kenaikan Harga CPO Dorong Prospek Industri dan Emiten Sawit di Tahun 2025

Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan suku bunga acuan dalam upaya meredam gejolak nilai tukar rupiah.

Situasi ini menunjukkan betapa dinamisnya pergerakan pasar keuangan, terutama dalam menghadapi tekanan global. Dengan berbagai tantangan yang ada, pelaku pasar diharapkan tetap waspada dalam menyikapi perkembangan terkini.


Comments

One response to “Rupiah Melemah ke Rp 16.531 Per Dolar AS Hari Ini (19/3), Terburuk di Asia”

  1. […] Baca Juga : Rupiah Melemah ke Rp 16.531 Per Dolar AS Hari Ini (19/3), Terburuk di Asia […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *