Pasar Saham Asia Hari Ini: Bursa Asia Mayoritas Merah, IHSG Paling Parah

pasar saham Asia mayoritas berada di zona merah, dipicu oleh berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi sentimen investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang paling parah terdampak, mencatat penurunan signifikan.

Kondisi Pasar Saham Asia Pada perdagangan hari ini, sebagian besar indeks saham di Asia mengalami penurunan. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,46% ke level 38.216,00, sementara Hang Seng di Hong Kong melemah 0,30% ke level 23.549,00. Indeks Shanghai Composite di China juga mencatat penurunan sebesar 0,93% ke level 3.324,49.

Faktor Penyebab Penurunan Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor eksternal, termasuk kekhawatiran terhadap kebijakan tarif perdagangan yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. Kebijakan ini diperkirakan akan memicu keluarnya dana asing dari pasar keuangan negara-negara di kawasan Asia. Selain itu, lonjakan inflasi di Jepang juga turut menekan pasar saham Asia.

Baca Juga : Danantara effect, IHSG Anjlok, Bank Himbara tertekan aksi jual asing

Baca Juga : Grab Dilaporkan Berencana Akuisisi GOTO dengan Valuasi US 7 Miliar Dollar

IHSG Paling Parah IHSG mencatat penurunan paling parah di antara indeks saham Asia lainnya. Pada penutupan sesi I, IHSG anjlok 158,1 poin atau 2,34% ke level 6.591,4. Penurunan ini disebabkan oleh sentimen eksternal yang mempengaruhi pasar, termasuk kebijakan tarif perdagangan AS dan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Rekomendasi Saham Meskipun IHSG mengalami penurunan signifikan, beberapa saham masih menunjukkan performa positif. Saham-saham seperti PT Indal Almunium Industry Tbk (INAI) dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) bahkan melonjak hingga batas auto rejection atas (ARA), mencatat kenaikan masing-masing sebesar 34% dan 24,8%.

Kesimpulan Pasar saham Asia mayoritas berada di zona merah hari ini, dengan IHSG mencatat penurunan paling parah. Faktor eksternal seperti kebijakan tarif perdagangan AS dan lonjakan inflasi di Jepang menjadi penyebab utama penurunan ini. Meskipun demikian, beberapa saham masih menunjukkan performa positif dan dapat menjadi pilihan bagi investor.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *